Tadi pagi, sebuah kepala cangkul kecil yang sudah berkarat saya jumpai. Ia tersimpan rapi di salah satu sudut lemari. Yang sangat ingat, dulu saat kepala cangkul ini masih utuh dengan gagangnya sering digunakan oleh almarhumah ibu sehari-hari. Sekadar untuk berkebun, membantunya merawat tanaman kecintaannya dengan lestari.
Sayangnya sepeninggal almh. ibu, cangkul kecil itu hanya menyisakan kepalanya saja. Gagang cangkulnya sudah lama rusak karena dimakan usia. Dan ketika tersisa kepala cangkulnya, almarhum bapak menyimpannya. “Nanti kalau ada waktu, mau Bapak buatkan gagangnya yang baru”, ujar alm. Bapak usai menyimpan kepala cangkul itu. Namun, seperti halnya keinginan yang belum sempat ditunaikan, alm. Bapak belum sempat membuatkan gagang yang baru untuk kepala cangkul itu.
Di suatu kesempatan setelah sekian lama tak memikirkannya, saya teringat dengan kepala cangkul itu. Mungkin hal itu dipengaruhi oleh salah satu kesenangan yang sedang saya jalani saat ini, yaitu berkebun. Kebetulan saya ingin menanam beberapa tanaman lagi. Sebelum menanam beberapa tanaman itu, saya rasa perlu untuk membuat bedengan tanah. Dari keinginan itu, saya jadi teringat dengan kepala cangkul kecil milik almh. Ibu yang dulu disimpan oleh alm. Bapak.
“Sepertinya akan menyenangkan kalau membuat bedengan pakai cangkul kecil”, ujar saya dalam hati ketika mengingat kepala cangkul milik almh. Ibu. Usai mengingat dan menemukan kepala cangkulnya, saya pun mulai merealisasikan langkah berikutnya, yaitu membuat gagang cangkulnya.
Sebelum membuat gagang cangkulnya, seperti halnya seorang pemula pada umumnya, saya merasa bingung. Ya, bingung perihal bagaimana cara membuat dan memasangnya. Ujung-ujungnya tutorial di youtube jadi solusinya.
Berbekal bahan baku dan alat seadanya, sekitar dua jam gagang cangkul itu jadi. Ya, meskipun hasilnya tidak terlalu bagus sekali. Tapi saya rasa ini sudah cukup memuaskan dan bisa digunakan, hehe…
Usai gagang cangkul itu jadi dan terpasang rapi dengan kepala cangkulnya, saya meletakkannya di salah satu sudut rumah. Sebelum nantinya akan saya uji coba ketika berkebun. Sambil sejenak beristirahat dan memperhatikan cangkul kecil itu, saya menghela nafas cukup panjang. Dalam hati saya berkata, “Pak, lihat, gagang cangkulnya sudah jadi.”
dirawat yo paman
BalasHapusiya
HapusSepertinya kualitas bahannya bagus tuh mas, masih kuat meski nampa berkarat
BalasHapussaya rasa juga begitu mas, tinggal diasah dan dipoles lagi sepertinya akan nampak bagus kembali hehe
Hapus